Panduan Budidaya Ikan Lele dengan Cara Pembenihan dan Pemijahan

Budidaya Ikan Lele – Lele adalah sejenis ikan yang hidup di air tawar. Ikan ini mudah dikenali karena tubuhnya yang licin, agak pipih memanjang, serta memiliki kumis yang panjang, dan mencuat dari sekitar bagian mulutnya. Tubuh lele tak bersisik, dengan sirip punggung dan sirip anus yang panjang, kadang-kadang menyatu dengan sirip ekor.

Lele memiliki alat pernapasan tambahan berupa modifikasi dari busur insangnya. Terdapat sepasang patil, yakni duri tulang yang tajam, pada sirip-sirip dadanya. Ada yang mengatakan bahwa patil ini tidak hanya tajam tetapi juga beracun dan mengakibatkan panas tinggi jika orang tak sengaja terkena patil tersebut.

Budidaya Ikan Lele

Cara Budidaya Ikan Lele

Budidaya lele dibedakan menjadi dua macam, yakni pembenihan lele dan pembesaran lele. Pembesaran lele biasanya dilakukan setelah membeli benih unggul dari para peternak benih. Umumnya para peternak lebih memilih untuk melakukan pembesaran daripada pembenihan karena usaha pembenihan memerlukan usaha dan kemampuan yang ekstra. Namun bagi anda yang ingin mengeluti usaha ternak lele berikut informasi lengkap cara pembenihan ikan lele.

Proses Pembenihan Ikan Lele

Usaha pembenihan sendiri biasanya diawali dengan memilih indukan ikan lele yang berkualitas. Proses pemilihan akan dimulai saat ukuran calon indukan mencapai 5-10 cm. Indukan lele yang baik adalah yang tubuhnya tidak cacat, memiliki pergerakan yang lincah dan pertumbuhannya lebih cepat daripada yang lain.

Proses pemilihan indukan ini dilakukan setidaknya dua minggu sekali untuk mendapat hasil yang baik. Perlu diingat untuk memperlakukan calon indukan dengan baik, seperti mengatur makanan dan pengairannya, kemudian memisahkan calon indukan tersebut berdasarkan ukurannya. Jika tidak biasanya ikan lele cenderung menjadi kanibal dan menyerang lele lain yang berukuran lebih kecil.

8 bulan adalah usia yang dibutuhkan ikan lele jantan untuk menjadi indukan. Sedangkan untuk yang betina sekitar satu tahun. Bobot tubuhnya harus mencapai 0,5 kg, tidak boleh kurang dari itu.

Setelah mendapatkan indukan yang baik, kemudian persiapkan mereka dalam kolam khusus untuk selanjutnya dikawinkan. Pisahkan antara yang jantan dan betina agar tidak terjadi pembuahan di luar rencana, atau bisa dibilang hamil di luar nikah. :p

Induk Ikan Lele

Kolam khusus ini nantinya akan digunakan untuk mengembangkan para indukan sampai mencapai kematangan gonad. Gonad pada ikan lele adalah organ-organ dalam yang digunakan sebagai tambahan pada reproduksi utama gamet jantan dan betina. Ibaratnya adalah ikan lele yang mencapai kematangan gonad adalah ikan lele yang telah melewati masa puber.

Ciri-ciri Ikan Lele Jantan yang Baik

  • Memiliki tubuh yang ramping.
  • Warna tubuh terlihat coklat kemerahan, sementara warna kulit dada lebih kusam.
  • Proporsi kepala jantan lebih kecil.
  • Kelamin jantan menonjol dan memanjang ke arah belakang, terletak di belakang anus dengan warna kemerahan.
  • Induk jantan memiliki pergerakan yang lebih lincah.

Ciri-ciri Ikan Lele Betina yang Bagus

  • Ukuran badan relatif panjang
  • Memiliki tubuh yang berwarna coklat kemerahan.
  • Perut membesar sampai ke anus, terasa lembek bila diraba dan akan keluar telur hijau jika diurut.
  • Susunan sisiknya terlihat lebih teratur
  • Alat kelamin terlihat membengkak dan memiliki pergerakan yang lambat.

Agar kematangan gonad menjadi lebih cepat harus diberikan makanan yang berkualitas. Jumlah pakan yang diberikan senilai 3-5% dari bobot tubuh dari indukan tersebut dan memberikan pakan setiap hari sebanyak 3-5 kali. Ukuran kolam juga berpengaruh pada jumlah indukan yang bisa ditampung, setidaknya dalam satu meter persegi dapat menampung sampai 6 ekor lele.

Cara Pemijahan Ikan Lele

Memijah, atau mengawinkan ikan lele bisa dilakukan secara alami maupun dengan campur tangan manusia. Untuk yang alami tentu saja terjadi dengan sendirinya, sedangkan metode campur tangan manusia bisa dilakukan dengan penyuntikan hipofisa, penyuntikan hormon buatan atau pembuahan in vitro (dalam tabung).

Cara Pemijahan Ikan Lele

Proses pemijahan ini akan menghasilkan larva ikan. Pisahkan larva ini dari induknya untuk dibesarkan dalam tahap pembenihan ikan lele selanjutnya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam rangka memelihara larva adalah sebagai berikut :

  1. Jagalah kualitas air kolam agar tetap bersih, jika terdapat kotoran segera di bersihkan.
  2. Perhatikan suhu kolam agar selalu berada dalam kisaran 28-29 derajat celsius. Jangan sampai suhunya berada di bawah 25 derajat.
  3. Agar larva tidak kehabisan makanan. Pakan bisa dibuat dari campuran kuning telur dengan air. Sampai usianya seminggu, kemudian bisa diberi makan cacing sutera. Pakan cacing sutera diberikan sampai berusia tiga minggu atau berukuran 1-2 cm, setelah itu benih ikan lele ini bisa diberi makan pelet yang berbentuk tepung.

Tahap berikutnya adalah pendederan, yaitu melepas benih ikan ke kolam untuk sementara, demi melatih benih tersebut sebelum dilepas di kolam yang lebih luas.

Kolam untuk pendederan harus disiapkan dengan baik. Mulai dari ukurannya yang jangan terlalu besar agar mudah dikontrol, terbuat dari tanah;semen atau terpal, harus bisa dipasangi peneduh, dan lain sebagainya. Gunakan jaring halus pada saluran keluar masuknya air agar tidak bisa dilewati oleh benih. Untuk pengisian kolam lakukan secara bertahap dan jangan terlalu dalam agar benih bisa naik ke atas untuk mengambil udara.

Benih ikan masih sangat sensitif dengan lingkungan di sekitarnya. Oleh karena itu perlu berhati-hati saat melepaskan ke kolam khusus yang telah kita buat. Gunakan saringan halus untuk memindahkan benih tersebut ke ember yang akan dipakai untuk melakukan pemindahan. Jangan dilepaskan secara langsung tetapi biarkan benih tersebut berenang keluar dari wadah dengan sendirinya.

Cara Memberi Pakan Anakan Ikan Lele

Pakan untuk benih lele berbeda-beda tergantung ukurannya. Saat berukuran 1-2 cm, berikan tepung pelet berkadar protein lebih dari 40 persen. Kemudian pada ukuran 2-3 cm, berikan jenis pelet berbentuk butiran kecil. Intinya adalah memberi pakan sesuai bukaan mulut benih ikan. Pemberian makanan dilakukan 4-5 kali dalam sehari, terutama pada malam hari karena lele termasuk hewan yang aktif di malam hari. Pendederan dilakukan sekitar 5-6 minggu atau sampai benih berukuran 5-7 cm.

Untuk memanen benih dilakukan dengan cara mengeringkan air kolam secara perlahan sampai ikan lele berkumpul pada satu titik. Ambil ikan dengan hati-hati menggunakan jaring yang halus agar tidak melukai tubuh ikan. Tampung ikan dalam wadah yang berisi air dari kolam yang sama agar ikan tidak mengalami stress.

Yang perlu diingat sebelum memanen adalah memastikan bahwa sudah ada calon pembeli, karena jika tidak maka anda harus menanggung biaya perawatan ekstra dan bisa menyebabkan menurunnya penghasilan anda atau bahkan mengalami kerugian.

Itulah tadi penjelasan mengenai cara budidaya ikan lele memalui tahap pembenihan, pemijahan hingga memberi pakan. Semoga informasi bermanfaat bagi Anda para peternak lele. Jangan lupa bagikan artikel ini kesesama peternak lainnya. Terima kasih.

Artikel ini membahas:

  • apakah pelet untuk lele kecil dan besar harus dibedakan
  • perikanan ikan lele di condet
  • pembesaran lele hasil pemijahan
  • langkah langkah yang dilakukan jika benih ikan leleh mengalami stress com
  • Invitro dalam pembenihan ikan lele
  • cara pemijahan ikan
  • cara pembenihan sampai panen ikan lele
  • cara pembenihan lele 2017
  • Artikel cara pembenihan ikan lele
  • tujuan dari langkah langkah membuat perencanaan usaha pembenihan lele

Leave a Reply